Rubik’s Tutorial ~ 2-Look OLL
Lama tidak berkecimpung di dunia per-blog-an rubik’s , ternyata blog milik mas Virkill (http://virkill.wordpress.com/ dan http://www.virkill.com/ ) sudah begitu lengkapnya sampai saya kehabisan bahan untuk di blog-kan.
Hmm, pertama-tama mungkin harus progress report dulu nih, hehehe. Personal Best saya saat ini sudah 26.71 detik (non-lucky) tapi average nya masih di sekitar 35 detik. Yah lumayan lah kalau dibandingkan dengan waktu pertama kali saya nge-blog tentang rubik’s yang saat itu PB nya saja masih 1 menit 20 detik.
Dalam perjalanan saya untuk berusaha menjadi lebih cepat, salah satu langkah signifikan yang saya tempuh adalah mempelajari beralih dari metode beginner menjadi metode fridrich. Metode fridrich sendiri terdiri atas beberapa bagian, yaitu cross, F2L (first two layers, yaitu menyelesaikan dua layer terbawah), OLL (Orientation of Last Layer, yaitu menyamakan orientasi warna kubus pada layer teratas, misalnya menjadi kuning semua), dan terkahir PLL (Permutation of Last Layer, yaitu menukar posisi kubus pada layer terartas apabila dibutuhkan).
Salah satu yang paling awal saya pelajari tentulah OLL dan PLL, namun mengingat banyaknya algoritma yang harus dihafalkan (57 dan 21 buah masing-masing), saya memulainya dengan mempelajari 2-look OLL dan 2-look PLL. Yang membedakan 2-look dengan 1-look yaitu adalah pada 2-look, diperlukan 2 kali lihat atau inspeksi saat menyelesaikan OLL maupun PLL, misalnya saat sudah menyelesaikan F2L, maka untuk menyamakan warna layer terartas dari rubiks cube diperlukan paling tidak 2 kali eksekusi algoritma yang berbeda. Begitu juga saat akan melakukan permutasi.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan semacam tutorial mengenai 2-look OLL. Saya tidak tahu apakah tutorial ini akan efektif atau tidak karena menurut saya pribadi tutorial rubiks dapat dimengerti paling baik pabila melihat video tutorial atau tentu saja diajarkan oleh orangnya langsung :p. Namun saya akan mencoba menerangkan sebisa saya, yah mungkin saja bagi orang-orang yang malas melihat video atau terlalu berat untuk membuka youtube, hehehe. Sebagai tambahan, saya sangat merekomendasikan Anda untuk melihat tutorial dari badmephisto di youtube mengenai 2-look OLL ini karena di sana dia menerangkan dengan jauh lebih baik. Sedikit disclaimer, saya menganggap orang yang membaca tutorial ini sudah dapat menyelesaikan rubik’s cube menggunakan beginners method dan karenanya sudah mengerti notasi-notasi yang dipakai pada tutorial kali ini. Sebagai tambahan, nama-nama state yang saya pakai kebanyakan diambil dari video badmephisto tersebut. Oke, without further ado, here is my 2-look OLL tutorial.
2-look OLL
Seperti namanya, pada metode ini, Anda akan melakukan orientasi dari layer terakhir dalam 2 kali lihat yaitu pertama kali membuat cross pada layer terakhir (dengan kata lain membetulkan orientasi dari 4 edge yang ada) dan kemudian mengorientasikan corner yang tersisa. Setelah menyelesaikan dua layer pertama, maka Anda akan berhadapan dengan salah satu dari tiga kondisi orientasi edge berikut ini. Algoritma yang diberikan di bawah ini adalah algoritma untuk mengorientasikan cube dari posisi tersebut menjadi cross.
Merupakan state yang paling sial karena Anda tidak mempunyai edge yang sudah terorientasi dengan benar, algoritma yang digunakan adalah: (FRU R’U'F’) (fRU R’U'f’)
Sudah ada dua edge yang terorientasi dengan benar. Dengan posisi line seperti gambar (melintang, tidak vertikal), lakukan: (FRU) (R’U'F’)
- L-shaped
Sekali lagi sudah ada dua edge dengan orientasi yang benar. Dengan posisi L seperti gambar, lakukan (FUR) (U’R'F’)
Setelah itu Anda akan menemukan salah satu dari state di bawah ini. Tinggal satu langkah lagi menuju layer terakhir yang terorientasi dengan benar. Berikut state-state nya:
Salah satu yang termudah, jangan sampai tertukar dengan anti-sune di bawah. Perhatikan letak corner berwana putih pada Front Face untuk membedakannya. Untuk menyelesaikannya, lakukan: (RUR’U) (RU2R’)
Kebalikan dari Sune, sekali lagi, perhatikan letak corner putih pada Front Face untuk membedakannya. Untuk menyelesaikannya, lakukan: (R’U'R U’) (R’U2 R)
Saya menyebutnya cross 1 karena stiker berwarna putih (pada corner di front face) ada yang berjumlah 1. Jangan sampai tertukar dengan cross 2. Untuk menyelesaikannya ada dua cara, yaitu cara normal dan cara lazy man credit goes to badmephisto. Cara normalnya adalah dengan melakukan (R U2 R2) U’ R2 U’ R2 U2 R.
Sedangkan versi lazy man adalah dengan melakukan (fRU R’U'f’) (FRU R’U'F’) yang merupakan kebalikan dari algoritma dot di atas.
Seperti penjelasan di atas, ini saya sebut cross 2 karena semua stiker putih pada front dan back face pada corner selalu berpasangan (tidak ada yang satu buah saja). Untuk menyelesaikannya, lakukan: F lalu (RUR’U')x3 F’
Hmm..ini di sebut car karena dua stiker putih pada front face terlihat seperti lampu. Algortima tersulit menurut saya. Untuk menyelesaikannya lakukan R2 D R’ U2 R D’ R’ U2 R’
Mirip dengan car di atas, hanya saja mata nya ada di samping sekarang. Untuk menyelesaikannya, lakukan: (rUR’U') (r’FRF’)
Disebut bowtie karena mirip dengan dasi kupu-kupu, tapi saya tidak tahu kenapa disebut dengan triple sune juga, hehehe. Anyway, untuk menyelesaikannya lakukan:
F’ (rUR’U') (r’FR) yang merupakan algoritma chameleon hanya saja F nya dipindahkan ke awal algortima.
Demikian akhir dari tutorial kali ini. Maaf kalau masih banyak kekurangan disana-sini. Jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar saja. Semoga bermanfaat.
9 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- August 2009 (1)
- June 2009 (1)
- January 2009 (1)
- December 2008 (4)
- August 2008 (1)
- July 2008 (1)
- January 2008 (2)
- December 2007 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS










mas. . skalian 2 look PLL dunkz. . aq klo dr youtube agk susah mudengny. .
Maaf saya masih newbie d dunia rubik.
Yg ingin saya tanyakan adalah apa maksud dari FRU’L dan huruf-huruf lainnya? Terima kasih
Maaf nih lama gak buka-buka blog..
@Arc-Angel: hmm, notasi sebaiknya dicari di google deh kalo ada video atau gambarnya, soalnya bingung juga kalo dijelaskan dengan kata2, hehehe..
Tapi intinya:
F: front, R: right, U: up, D: down, L:left.
Kalo ada notasi F berarti pegang cube sampai sisi F di depan (ya emang pas sih front tuh depan, hehe.. kalo misalnya R, berarti sisi kanannya perlu dihadapkan ke hadapan kita dulu) trus diputar searah jarum jam sampai satu kali..
Kalo F’ atau yang lainnya dengan tanda ['], artinya diputernya berlawanan jarum jam..
@Virkill: wah, kelihatannya mau ada turnamen rubik’s nih, Bro? Ckckck, mantaap!
@Zein dan Teguh: salam kenal ya..wah, kalo video agak susah euy, gak ada kamera, hehehe..atau mau modalin?
. Algoritma nya emang susah kalo diinget, Bro..tapi kalo udah dicoba nanti tangan lo sendiri yang apal..istilahnya “muscle memory”
greeetz….
Udah sub 30 euy…selamat ya bro….
kayaknya bagus nih klo dibikin videonya. ditunggu aja dah.
Bro, algo algo 2 look oll yang kamu pake bisa juga tapi susah ngeingetnya hehehe
. Anyway salam kenal bro
nanya !
algo yang huruf kecil tuh artinya apaan?
misal r ada lagi f x
mohon bantuan
itu artinya putar sisi kanan DAN tengah, Mas..kalo f kecil juga putar sisi depan DAN tengah..jadi bukannya cuma pegang sisi kanan aja, tapi sampai tengah megangnya..
Salam kenal bro. Thanks untuk kontribusinya.
Keep on Cubing